Laman

Minggu, 23 Maret 2014

Jangka Sorong

Jangka Sorong Jangka Sorong Digital Jangka sorong adalah alat ukur  yang ketelitiannya dapat mencapai 1/100 mm (seperseratusmilimeter). Terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagian bergerak. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan display digital. Pada versi analog, umumnya tingkat ketelitian adalah 0.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0.01 untuk yang di atas 30cm.

Kegunaan jangka sorong adalah:
* untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit
* untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa, maupun lainnya) dengan cara diulur
* untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara "menancapkan/menusukkan" bagian pengukur. Bagian pengukur tidak terlihat pada gambar karena berada di sisi pemegang.

Rumus
X= Skala utama + Skala nonius
Ket:
X= diameter benda yang diukur (cm)
§  Dalam membaca nilai di skala utama lihatlah angka sebelum/sama dengan angka  0 yang terdapat di skala nonius. Angka 1 di skala utama bernilai 1 cm jadi garis-garis sebelum angka satu masing-masing bernilai 0.1 cm.
§  Dalam membaca nilai di skala nonius lihatlah garis di skala nonius yang berhimpit dengan garis di skala utama maka garis tersebut adalah nilai skala nonius. Setiap garis diskala nonius bernilai 0.01 cm. Jika di skala nonius terdapat angka 1 maka nilainya 0.01 cm dan jika diantara angka 0 dan 1 ada sebuah garis, maka nilai garis itu 0.005 cm.
Contoh:
contoh 1:
Skala utama= 2 cm (lihat angka diskala utama sebelum angka 0 di skala nonius)
Skala nonius= 0.06 cm (lihat garis diskala nonius yang berhimpit dengan skala utama)
X= 2 cm + 0.06 cm
= 2.06 cm

contoh 2: Skala utama= 5.3 cm (lihat angka diskala utama sebelum angka 0 di skala nonius) Skala nonius= 0.05 cm (lihat garis diskala nonius yang berhimpit dengan skala utama) X = 5.3 cm + 0.05 cm = 5.35 cm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar